Ruri, Semut Yang Menangis





Semut itu sehendaknya tau jalan untuk pulang, bertemu dengan kawanannya membangun sarang yang hendak rusak. Tapi, dia pergi menyusuri jalan  berlawanan arah dengan rumahnya. Mencari sebuah petualangan baru yang tidak dimiliki yg lain. Ia tau hal ini akan beresiko besar untuk nyawanya. Bukan hanya itu dia juga pasti akan merasa was-was jika tiba-tiba datang pemangsa yang besar melumat tubuhnya yg mungil.


Keyakinan itu tetap ada di dalam dirinya. ya, dia mau ada perubahan dalam dirinya yg tidak dimiliki orang lain. Sampai orang lain tau kalau dia benar-benar ada. 


"rury, kamu hendak kemana?". tanya sifa 

"kamu tidak bisa pergi dari kawanan ini atau kamu akan dihukum ayah nanti". meyakinan dengan penuh


Rury yang sudah tidak betah untuk menjadi pekerja memang sudah berniat untuk memulai petualangan sendiri menuju negeri seberang. Dia tidak mau menjadi semut pembantu yang selalu menyiapkan sesuatu untuk ratu. Karena ia yakin semua seharusnya bisa bebas. Bebas untuk menentukan kehidupan yang tau ujungnya. 


Ia berfikir sejenak, melirik kearah kawanan semut lain. ia meyakinan diri untuk tidak pernah menyesal untuk keputusannya. Bahkan, ia melirik kearah sifa lagi yang sedari tadi sudah berteriak memanggil namanya. Benar, sifa adalah kakak tertua dari saudaranya. Badannya lebih besar dari yuri, kakinya panjang dan larinya lebih cepat dari semua semut. Dia bergabung dengan semut pembantu. Mulai mencari makan dari mentari terbit hingga sore hari sebelum mentari terbenam. 


Kegiatan sehari-hari ini dilakukan kawanan semut tanpa berfikir lelah. Mereka percaya pengabdian akan memberikan kebaikan untuk kerajaan semut. Tidak hanya itu, mereka juga dapat memperluas daerah kekuasaan sampai ke daerah lain. Loyalitas akan memberikan hasil yang baik. Tentunya.


Yahura berkuasa atas semua semut disini. Ya, dia ratu dari semua semut yang ada di kawanan. Pergantian Ratu dia peroleh sejak ibu nya meninggal beberapa bulan lalu. Seorang ratu semut yang kejam dan penuh dengan nafsu kekuasaan. Dia terkenal hingga ke negeri seberang, bahkan banyak kawanan semut dari tempat lain takut akan kekejaman Yahuri. Dia pernah menjadi pasukan dalam pertempuran dengan semut perusuh beberapa tahun lalu. 


Bahkan dia pernah mengorbankan nyawa ribuan pasukan semut demi merebut kekuasaan atas tanah di Yoheb. Memperoleh kemenangan dan hanya menyisakan puluhan semut saja. Yoheb terkenal dengan dataran tinggi nan indah. Sangat nyaman bisa tinggal di daerah ini. Tidak hanya itu daerahnya dikelilingi sungai yang begitu panjang, gurun yang luas dan bahkan pengununggan begitu tinggi. Perbatasan dengan Gurdam disebelah timur, Kaolin di selatan, Moan di barat dan Senewa di Utara. Tanahnya penuh dengan gula dengan pasokan roti yang berlimpah dari setiap pelosok desa. Tidak hanya itu sepanjang pinggiran sungai tumbuh dengan tanaman penghasil makanan yang melimpah. 


Disini, Yoheb tanah yang dimenangkan dengan penuh perjuangan. Tempat dimana Yuri tinggal dan berdiri. Membangun dan bekerja untuk kemakmuran kerajaan Yahura. Tapi dia tau semua semut akan bebas untuk menentukan jalannya dan tidak harus tunduk dengan keterpaksaan.


"Yuri, kamu kenapa diam?, ayo angkat makanan itu ke istana atau kamu tidak makan malam hari ini?" teriak Jogera, ayah yuri yang sudah tau anaknya terdiam beberapa lama ditempatnya berdiri.


"Baik! ayah"..


Yuri menghela nafas dan menarik sepotong gula di pundaknya dan membawanya menuju istana Yahura. Istana yang diberi nama Deden yang berarti Indah. Ia tahu ukuran gula itu lebih besar dari ukuran badannya, tapi dia sadar pekerjaan ini harus dilakukan semut pengangkut setiap hari. Semua makanan akan dibawa setiap hari ke Istana Deden, lalau semut penyortir akan memisahkan mana yang layak diberikan ke ratu, pegawai kerajaan dan mana yang harus diberikan ke rakyat.  Semua yang terbaik pasti akan diletakkan di meja sang ratu tentunya. Tidak hanya itu, semua makanan layak dan terbaik juga akan dibawa ke gudang penyimpanan makanan sang ratu. Lalu sisa dari semua makanan akan diberikan ke rakyat.


"Yuri, kamu berjalan begitu lambat..

"kamu seperti semut tidak punya kaki". teriak Bahudi yg membawa dua gula sekaligus dipundaknya 

"kamu tidak layak jadi semut pengangkut, lebih baik kamu tidur dirumah yuri". tambahnya 

"Kamu terlalu bodoh yuri, tarik selimutmu anak muda". Gulia menambahkan

"dasar bodoh!.. teriak mereka berdua


Semua semut menertawakan yuri yang memang sedikit lambat dan terlihat begitu susah mengangkat gula yang dibawanya. Dia tau semua orang pasti menertawakannya karena badannya yg kecil dan kakinya yg pendek. Tidak hanya itu dia juga kurang pandai memikul beban seperti semut lain sepantarannya. Ini pasti menjadi hal yang berat setiap harinya. Gumamnya


Semua semut  di Kerajaan Yahura memiliki tugas masing-masing. Ada semut pengangkut, semut pemburu, semut pekeja dan semut pelayan. Semua bekerja sesuai tugasnya masing-masing. Penentuan kawanan semut biasanya dari pemilihan di dewan kawanan. Mereka akan mendata semut-semut baru yang sudah siap bekerja. Kawanan semut baru akan dilatih dengan diberikan tugas yang sesuai dengan kemampuannya.



"Luna, apakah kamu tidak lelah seharian bekerja?" tanya yuri 

"tidak ada kata lelah kalau kita bekerja sama yuri". sahut luna

"aku bosan dan tidak ingin diperbudak dengan kasta lagi". timbal yuri

"kamu tidak boleh begitu, semua semut disini bekerja dengan sepenuh hati kok". jawab luna menenangkan yuri 


(luna merupakan teman yuri sejak kecil. Mereka tumbuh dan besar bersama di tanah yoheb. Menghabiskan masa kecil dengan bermain dan bertualang di pinggiram hutan. Bahkan dahulu mereka pernah hilang di tengah hutan karena tidak tau jalan pulang kerumah. Luna tau sahabatnya selalu merasa tertekan kalau sudah besar dan hal ini sudah dari dulu sering diucapkan yuri kepada luna. Tidak hanya itu luna juga tahu keinginan yuri setelah besar nanti akan pergi jauh dari kawanan semut di yoheb dan mencari jati dirinya. Tidak ada yg tahu selain luna)"....


Daniel, S'parman, Januari 2023








Komentar

Postingan Populer