Putri Kipas




Petualangan itu tidak sepenuhnya salah dira. Iya yakin ada seseorang penyusup yang membongkarkan rencananya. Kali ini dia merasa geram dan masih tidak percaya dengan hal itu. iya tau diantara mereka ada yang memberitahu Raja Boro rahasia penyerbuan malam itu. Dalam gumamnya dia bertekad untuk menemukan segera siapa yang membongkarkan rahasia pasukkanya ke musuh.


Peperangan itu memang tidak sepenuhnya gagal, namun setidaknya perjuangan mereka sia-sia setelah hampir tiga bulan latihan. Putri Kipas sebenarnya tidak mempersoalkan kegagalan ini, namun dira tau semua harusnya berjalan mulus dan tidak akan mengorbankan pasukan yang terbunuh sia-sia. Dira sudah pasti akan bertanggungjawab, namun dia masih ragu ada seseorang penyusup dalam pasukannya yang hampir dia percayai seutuhnya.


"kamu tidak perlu bingung, kita akan susun rencana baru lagi dir". Launa menghampiri Dira yang sedari tadi termenung disamping perapian yg sudah dua jam tidak berpindah, dia tau temannya itu penuh dengan penyesalan.


"kamu gak tau bagaimana berusaha sia-sia launa". sahut Dira yang sedikit kesal


lalu mereka berdua saling menatap satu sama lain. "Faura!!! teriak mereka berdua berbarengan saling menuduh siapa dibalik kejadian malam itu. mereka tau siapa yang telah membocorkan rahasia strategi mereka ke pihak musuh. Ya, faura tidak datang saat semua pasukan berkumpul di depan gelanggang kerajaan. Dia terlambat datang dengan alasan pakaian perang tertinggal dirumah.


"Kamu tidak perlu khawatir, sekarang aku sudah tau siapa penyusup diantara pasukan kita". jawab Launa meyakinkan Dira


"aku juga memikirkan hal yang sama, tapi mengapa dia tega melaukan hal ini?, aku masih tidak percaya". sahut dira yang sudah kesal dengan hal itu.


"tenang saja, aku akan investigasi dulu dir, kita pura-pura saja seolah-olah kita tidak tau siapa pelakuknya". jawab Launa meyakinkan temannya itu

"kamu bertingkah seperti biasa dan biarkan aku yang mengatasi masalah ini sampai faura mengakui kebodohannya". 

"baik launa, aku serahkan hal ini ke kamu. Tolong jangan ada yg tau termasuk Putri Kipas. sahut nya meyankinkan temannya itu.


Penyerangan malam itu memang sudah direncanakan dengan baik oleh Dira. Hampir tiap malam dia memikirkan kecilnya kemungkinan kekalahan dari pasukan Raja Boro. Bahkan dia sudah memetakan kemampuan pasukan lawan untuk bisa bertahan dari penyerbuan malam itu. Tapi memang musuh dalam selimut tidak dapat dihindari. Malam itu perjuangan mereka tak berarti. Musuh sudah tau dan pandai untuk bertahan dan menyerang kembali yang menyebabkan pasukan Putri Kipas mundur dan banyak yang tertangkap dan ditahan.


Putri Kipas terkenal dengan pasukannya yang cerdas dan tak terkalahkan dalam medan perang. Mereka licin dan cerdik, bahkan mereka dapat dengan mudah untuk mengalahkan pasukan lawan. Bahkan ketangkasan dan kemenangan demi kemenangan sering mereka dapat hingga terdengar ke semua kerajaan lain. Tak segan banyak kerajaan-kerajaan yang rela membayar mahal demi keamanan dan kerajaan mereka tidak dihancurkan oleh Putri Kipas. 


Kerajaan Putri Kipas tersohor di semua negeri. Dengan kepandaian para mentri dan juru taktik perang yg tidak dimiliki kerajaan lain. Bahkan tak jarang para raja dari negeri lain bergabung untuk bisa mengalahkan kerajaan ini. Tapi semua itu sia-sia. Penumpasan selalu dilakukan dan sudah tentu Kerajaan Putri Kipas menang lagi. 


"Mereka sudah datang! teriak Launa membangunkan Dira yg sedari pagi tidur di kursi bambu itu


"dimana?, kamu yakin mereka tidak tau apa-apa launa?. Bangkit dan mencoba menyadarkan diri 


"ya, aku sudah memancing Faura untuk ikut bergabung latihan sore ini, ini sesuai permintaan Putri Kipas sebutku.


"kamu memang cerdas sahabatku, mari kita mulai permainan ini". jawab dira dengan penuh keyakinan.



Palmerah, 27 Januari 2023





Komentar

Postingan Populer